Jumat, 15 Agustus 2014

"AKU"

Assalamualikum teman....
Hallo aku zsasa giovani, tapi biasa sih dipanggil zsasa atau zsambel. Hehe..
Saat ini usiaku 21 tahun, aku kerja sambil kuliah, alhamdulliah... :)
Aku hanya seorang gadis yang sederhana, yang sedang berusaha meraih mimpi-mimpi.
Setiap orang yang baru mengenalku selalu beranggapan kalo aku ini sangat beruntung, iyah mereka beranggapan aku dari keluarga yang harmonis dan serba berkecukupan.
Aku seneng siih, berarti wajahku terlihat bahagia. :D
Tidak salah memang mereka beranggapan seperti itu, ya karna memang aku dilahirkan dari keluarga, yang alhamdulillah berkecukupan, dan harmonis. Iyah, itu masa kecilku. Saat itu aku benar-benar menjadi anak paling beruntung, karna aku mempunyai mama yang cantik dan papa yang sangat baik hati, mereka sangat menyayangiku, mereka terlihat serasi dan memang hampir tidak pernah berantem. Ya siapa yang tidak senang, apapun yang aku inginkan pasti diturutin, papa juga sering mengajakku berjalan-jalan. Dibandingkan temanku yang lain aku merasa sangat beruntung dan bahagia dengan hidupku.
Selain itu keluargaku termasuk keluarga yang disegani, terutama papaku, semua warga setempat sangat segan padanya, selain karna dia perangkat desa dan masih saudara dengan pemilik desa ini, papaku orang yang sangat baik (bukannya sombong ya), papa suka menolong, papa juga tipe orang yang low profile dan suka bercanda. Kalau papa disegani otomatis kita juga ikut disegani, tetanggaku sangat ramah padaku, setiap bertemu denganku mereka selalu senyum (gatau kalo dibelakang), seakan mereka takut denganku.
Aku 4 bersaudara, dan aku anak kedua, bisa dibilang aku paling jail, cuek, tapi ekspresif. Diantara ke tiga saudaraku aku paling ambisius, banyak banget yang pengen aku capai.
Waktu aku SD memang belum menonjol bakatku, bahkan aku terlihat seperti anak kecil yang tidak punya cita, dan mulai SMP aku menentukan apa yang pengen aku kejar, awalnya diarahin sama papa, disuruh ke hukum. Tapi waktu aku kelas 3, aku sudah punya pikiran sendiri. Papaku pernah kerja dimedia, papaku orang yang cerdas dan kritis, papaku juga orang yang punya rasa sosial yang tinggi, gak heran kalo temennya banyak, dari kalangan atas sampe bawah. Dari situlah aku pengen banget jadi seperti papa. Iya, aku pengen jadi seorang jurnalis/wartawan. Karna menurutku pekerjaan itu sangat menarik, dan aku merasa punya passion disitu. Aku juga suka ketika melihat televisi pemberitaan, mereka (jurnalis) tampak keren karna begitu banyak yang mereka kenal. Jurnalis itu orang yang cerdas, dan bebas berekspresi (ada batasannya). Dan sampai akhirnya, di SMA aku mantapkan tujuanku dengan mengikuti ekstrakurikuler broadcast, lulus pun aku ambil sekolah khusus btoadcast, dan akhirnya sekarang aku kerja di sebuah radio pemerintahan. Semua berkat arahan papa. :)

Oke kita tinggalin soal itu. Balik lagi soal "aku". Iyah waktu kecil aku sangat merasa sangat beruntung, seperti anggapan mereka. Tapi setelah aku beranjak dewasa, semua seakan hanya menjadi masa lalu. Mulai banyak masalah yang hadir, papa-mama sudah tidak terlihat serasi lagi, mereka sering sekali berantem. Papaku juga jatuh sakit, dan ada beberapa harta yang harus dijual. Hidup kita sudah mulai sulit. Aku seperti kehilangan kebahagiaan masa kecilku. Sampai akhirnya mama pergi dari rumah, papa sakit-sakitan dan aku, kakak, dan adik yang merawat papa. Kita sangat menyayanginya, beliau orang yang sabar, dengan segala cobaan yang menimpanya. Dan akhirnya papa meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Itu merupaka pukulan terberat bagiku. Hal yang paling aku takutkan terjadi begitu cepat, orang yang paling aku sayangi pergi begitu cepat, seorang yang menjadi inspirasi dan motivasiku meninggalkan kami selamanya. Aku seperti tidak percaya, seperti mimpi yang tidak kunjung hilang dari bangunku. Aku sadar, semua orang akan pergi selamanya, tapi saat itu aku merasa aku dalam kesulitan. Banyak problem yang sedang kita hadapi, termasuk soal mama. Aku sangat merasa sendiri, papa meninggal dan mama tidak dirumah. Aku seperti seorang yang paling sedih. Iyah, aku seperti kehilangan separuh jiwaku, seperti kehilangan tenagaku, bahkan aku seperti sudah tak mampu bernafas. Aku tidak berusaha mendramatisir, tapi itulah yang aku rasakan. Mungkin sama dengan kalian yang pernah merasa kehilangan orang yang paling berarti, apalagi orang tua.
Aku tidak seberuntung anggapan mereka!! Iyah, bahkan aku merasa, aku sangat jauh dari mereka.
Aku merasa sangat drop saat itu, tidak ada lagi keceriaan masa kecilku, rasa banggaku memiliki keluarga yang harmonis dan utuh.

Satu yang akhirnya membuatku bangkit dan mencoba berdiri lagi. Iyaah, papa selalu hadir dalam pikiranku, papa yang buat aku tegar kembali. Aku hanya ingin dia bangga karnaku, aku ingin dia bahagia disana, aku ingin papa tersenyum setiap hadir di mimpiku.
Saat itu, aku mencoba merubah semua mainsetku, aku mencoba mengambil hikmah dari semua masalah yang hadir, aku mencoba belajar dari yang sudah ku lalui, dan aku mencoba menerapkan pesan papa "berfikir positif, ikhlas, pasrah, memaafkan dan lakukan yang terbaik".
Yaahh sampai jadilah aku yabg sekarang. Aku merasa aku sudah cukup tegar menghadapi yang terjadi, lebih dewasa dan lebih care sama saudara-saudaraku.
Kami bukan lagi keluarga yang selalu bersama, aku dan adik-adikku tinggal dengan keluarga kakakku, sedangkan mama tinggal bersama suaminya. Kami tidak lagi disegani, dan kami juga tidak mengharapkan itu, banyak tetangga yang seakan membenci kami, padahal kami tidak pernah mengganggu atau merugikan mereka (ya aku sih gak peduli, selama aku tidak berbuat salah). Masih tetap banyak masalah yabg hadir dalan hidup kita, bahkan terasa sangat berat, karna sudah tidak ada lagi orang dewasa yang bisa kita ajak sharing. Yaah hanya aku sama kakakku saja.
Tapi aku bersyukur, aku merasa beruntung kembali. Memang, ketika kita bisa mengambil hikmah disetiap masalah yang kita alamai yaitu dengan berfikir positif terhadapNya, semua akan terasa lebih ringan, dan indah. Aku merasa DIA sangat menyayangiku, karna aku termasuk orang pilihannya, dengan cobaan yang begitu berat (menurutku) yang DIA berikan, itu berarti aku termasuk orang yabg memiliki kesabaran. Dan aku sangat bersyukur, sekarang aku selalu kuat dan sabar atas apa yang menimpaku, dan aku selalu berhasil mengubah semuanya menjadi sebuah hikmah. Aku sangat banyak belajar, belajar tegar, belajar bersyukur, belajar sabar, belajar menghargai, belajar menghormati dan belajar mengasihi.
Papa sangat berpengaruh sampai sekarang. Dan aku merindukannya. :)

Oiaa, sedikit lagi, ini soal tempat tibggalku. Tau tidak, aku tinggal ditempat yang banyak orang bilang adalah tempat hina loh. Iyah aku tinggal di kampung yang isinya adlah PSK, maling, klepto, drugs, judi, pengamen/pengemis, jompo dll. Tapi aku tidak pernah minder, aku justru bangga, karna aku bisa menunjukkan ke mereka yang sudah menghina, bahwa mereka tidak bisa men judge seseorang hanya dari sebuah tempat tinggal dan bahwa seorang anak dari tempat hina pun berhak bergaul dan meraih mimpi mereka. Aku bisa berfikir seperti itu, karna papa pernah berpesan " mutiara, tetap mutiara walau berada ditengah sampah, tunjukkan nak kalo kamu mutiara papa" :')

Papa motivasiku dan papa inspirasiku. We miss u so bad pa. ({})

Itulah sedikit cerita tentangku teman. Aku seorang gadis yang sedang mencoba meraih mimpi-mimpinya. Semoga mimpi kita semua dapat kita raih dan membanggakan orang tua kita.
Dan bersyukurlah kamu yang masih didampingi kedua orang tuamu. Jaga mereka yaah. . :)

Wasslamualaikum :)